Pelalawan-KABAR KOMPAS.ID
Baru-baru ini beredar kabar melalui pesan berantai dari WhatsApp dan media sosial facebook, instagram dan lainnya yang mengabarkan adanya pocong begal di tengah masyarakat. Dalam narasinya pocong begal tersebut berada di pinggir jalan lintas timur, jalan lingkar pangkalan Kerinci.
Selain itu ada juga narasi yang beredar bahwa pocong begal sampai menyatroni rumah warga dengan membawa benda tajam yakni celurit hingga mengakibatkan warga takut keluar rumah dan menilai situasi pangkalan kerinci tak aman.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK menjelaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
” Pocong begal yang yang dinarasikan terjadi pangkalan kerinci tidak benar alias hoax, photo pocong dipinggir jalan merupakan buatan AI Gemini terlihat dari watermark AI yang berada di pojok kanan photo”.
Karnanya kami berharap kepada masyarakat jangan mudah termakan isu, mari pastikan dahulu sumber informasi agar tidak menimbulkan kecemasan masyarakat, ungkap Kapolres pada Senin ( 25/5/2026 ) kepada media Kabar Kompas. Id.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara juga menghimbau masyarakat agar jangan mudah percaya berita hoax, ” MARI SARING SEBELUM SHARING”, ujar Kapolres.
Sebelumnya jajaran Polres Pelalawan telah menelusuri informasi disejumlah polsek jajaran, hasilnya tidak ada didapati kejadian bocong begal dan sejauh ini tidak ada pengaduan serta informasi resmi ke kantor polisi terkait pocong begal di wilayah hukum polres pelalawan, pungkas Kapolres.
Penelusuran media melalui instagram terkait adanya narasi video pocong begal yang dikirim secara berantai di grup WhatsApp didapati bahwa kejadian tersebut terjadi di Pulau Jawa, tepatnya di Lamongan Jawa Timur, namun usai aparat turun, sosok di balik kain putih tersebut ternyata merupakan 2 remaja berinisial MA (17) dan AB (17) yang nekat melakukan prank demi konten media sosial.
Lurah Tumenggungan, Junaidi langsung memerintahkan stafnya untuk mengumpulkan para remaja tersebut demi meredam kepanikan publik, saat diinterogasi, para remaja ini mengaku hanya berniat bercanda.
“Saya tanya kepada mereka tujuannya apa, terus mereka jawab hanya bercanda untuk ngeprank,” tambah Junaidi mengutip detikcom, Minggu (24/5/2026).
Dengan adanya informasi resmi dari Kapolres Pelalawan, diharap dapat menenangkan situasi masyarakat agar tidak termakan isu yang membuat resah, sebagai masyarakat juga diharap agar tetap melakukan langkah Saring pesan barulah disharing atau disebar.
YUSUF SITUMORANG





